Pendidikan Karakter Hubungannya dengan Akhlak, Moral dan Etika

Pendidikan Karakter Hubungannya dengan Akhlak, Moral dan Etika

Karakter adalah sifat pribadi yang relatif stabil pada diri individu yang menjadi landasan bagi penampilan perilaku dalam standar nilai dan norma yang tinggi. Istilah karakter memiliki kemiripan dengan istilah moral, etika, akhlak, dan budi pekerti.

Dalam hal ini, karakter dapat dipahami sebagai cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Individu yang berkarakter baik adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan tiap akibat dari keputusan yang ia buat.

Antara karakter dan moral memiliki hubungan yang sangat erat, karakter merupakan sikap dan kebiasaan seseorang yang memungkinkan dan mempermudah tindakan moral. 

Etika dan moral memiliki makna yang sama, namun berasal dari bahasa yang berbeda.

Etika berasal dari bahasa Yunani ”ethos” yang berarti kebiasaan, adat, watak, sikap, cara berfikir. 

Sedangkan moral berasal berasal dari bahasa Latin ”mores” yang berarti kebiasaan atau adat

Sedangkan akhlak adalah istilah bahasa Arab yang asal katanya dari lafadz khuluk yang  berarti perangai, tabi’at, dan adat. 

Adapun budi pekerti mengandung beberapa pengertian, yaitu: 
  1. alat batin yang merupakan panduan akal dan perasaan untuk menimbang baik dan buruk; 
  2. tabi’at, akhlak, dan watak; 
  3. perbuatan baik; 
  4. daya upaya, ikhtiar; dan 
  5. akal. 
Dalam hal ini tidaklah keliru jika dikatakan bahwa upaya menumbuhkan karakter sama artinya dengan usaha membina etika, moral, akhlak, maupun budi pekerti.

Dalam kajian ini berarti pendidikan karakter berhubungan erat dengan akhlak, moral, dan etika.

Karakter didefinisikan secara berbeda-beda oleh berbagai pihak.

Sebagian menyebutkan karakter sebagai penilaian subyektif terhadap kualitas moral dan mental, sementara yang lainnya menyebutkan karakter sebagai penilaian subyektif terhadap kualitas mental saja, sehingga upaya merubah atau membentuk karakter hanya berkaitan dengan stimulasi terhadap intelektual seseorang (encyclopedia. thefreedictionary.com, 2004).

Amanah UU Sisdiknas tahun 2003 bermaksud agar pendidikan tidak hanya membentuk insan Indonesia yang cerdas, namun juga berkepribadian atau berkarakter, sehingga nantinya akan lahir generasi bangsa yang tumbuh berkembang dengan karakter yang bernafas nilai-nilai luhur bangsa serta agama.

Pembentukan karakter merupakan salah satu tujuan pendidikan nasional. Pasal I UU SISDIKNAS tahun 2003 menyatakan bahwa diantara tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kecerdasan, kepribadian dan akhlak mulia. 

Makna Pendidikan Karakter merupakan suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada warga, masyarakat, atau pun orang perorang yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, sesama, lingkungan, maupun kebangsaan sehingga menjadi manusia paripurna.

Pendidikan karakter atau konfigurasi karakter dalam konteks totalitas proses psikologis dan sosial-kultural tersebut dikelompokkan dalam: 
  • Olah Hati (Spiritual and emotional development), 
  • Olah Pikir (intellectual development), 
  • Olah Raga dan Kinestetik (Physical and kinestetic development), 
  • dan Olah Rasa dan Karsa (affective and creativity development).
Pengembangan dan implementasi pendidikan karakter perlu dilakukan dengan mengacu pada grand design tersebut. Dalam hal ini, termasuk juga pendidikan karakter di rumah tangga sebagai pilar pendidikan pertama (madrasatul ula) perlu didesain sesuai dengan syari’at dan nilai-nilai Ilahiyyah. 

Dalam memahami pendidikan karakter di lembaga pendidikan, semua komponen (stakeholders) harus dilibatkan, termasuk komponen - komponen pendidikan itu sendiri, yaitu isi kurikulum, proses pembelajaran dan penilaian, kualitas hubungan,  penanganan atau pengelolaan mata pelajaran (mata kuliah), pengelolaan sekolah/ perguruan tinggi, pelaksanaan aktivitas atau kegiatan ko-kurikuler, pemberdayaan sarana prasarana, pembiayaan, dan ethos kerja seluruh warga dan lingkungan sekitar. 

Terlepas dari berbagai kekurangan dalam praktik pendidikan di Indonesia, apabila dilihat dari standar nasional pendidikan yang menjadi acuan pengembangan kurikulum (KTSP), dan implementasi pembelajaran dan penilaian di sekolah/Perguruan Tinggi, tujuan pendidikan di sekolah/Perguruan Tinggi sebenarnya dapat dicapai dengan baik apabila semua stakeholders bersatu saling bahu membahu. 

Pembinaan karakter juga termasuk dalam materi yang harus diajarkan dan dikuasai serta direalisasikan oleh pendidik dan peserta didik dalam kehidupan sehari - hari. 

Permasalahannya, pendidikan karakter di Perguruan Tinggi/sekolah selama ini baru menyentuh pada tingkatan pengenalan norma atau nilai-nilai, dan belum pada tingkatan internalisasi dan tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. 

Sebagai upaya untuk meningkatkan kesesuaian dan mutu pendidikan karakter, perlu mengembangkan grand design pendidikan karakter untuk setiap jalur, jenjang, dan jenis satuan pendidikan. Grand design menjadi rujukan konseptual dan operasional pengembangan, pelaksanaan, dan penilaian pada setiap jalur dan jenjang pendidikan.

Komentar

< Newer | Older >

View

Random Artikel

JINGGA NEWS || www.jingganews.com

Populer Minggu Ini

Inilah 7 Faktor yang Mempengaruhi Akhlak Seseorang

Faktor yang Mempengaruhi Akhlak Seseorang Menurut Murtadha Muthahhari, ada jenis akhlak yang didasarkan pada ego.Ini merupakan jenis akhlak yang dipengaruhi hawa nafsu.  Pandangan akhlak seperti ini diantaranya dikemukakan oleh Nitsche. Akhlak komunis pun demikian adanya. Yang ideal adalah akhlak yang timbul dari nilai-nilai Ilahiyah dengan kesadaran pribadi mengarah pada ilham taqwa.  Apabila ditinjau dari segi akhlak kejiwaan, seseorang bertindak dan berbuat atas dasar pokok-pokok berikut ini:  1. Insting (gharizah/naluri).  Insting merupakan seperangkat tabi’at yang dibawa manusia sejak lahir.  Para psikolog menjelaskan bahwa insting berfungsi sebagai motivator penggerak yang mendorong lahirnya tingkah laku, misalkan naluri makan, senang dengan lawan jenis (seksual instinct), naluri keibubapakan (cinta orang tua kepada anaknya dan sebaliknya), kesadaran dalam ber-Tuhan, dan naluri mempertahankan diri (berjuangan/combative instinct).  2. Adat kebiasaan....

Nur Muhammadiyyah ( Contoh Pertama Ilmu Laduni )

Nur Muhammadiyyah ( Contoh Pertama Ilmu Laduni ) Berkaitan urusan pribadi yang terjadi pada diri Rasul Muhammad saw., suatu saat Allah Ta‘ala berfirman kepadanya:  " Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipudayakan". (QS. an-Nahl : 127) Ibnu Zaid berkata: " Ayat ini adalah menghapus ayat-ayat perang". S edangkan Ulama‘ Jumhur berpendapat: "Itu adalah pelaksanaan ilmu hikmah".  Artinya sabarlah terhadap kesalahan mereka dengan memberi pengampunan. Artinya, jangan kejahatan dibalas dengan kejahatan" . (Tafsir Qurthubi)   Maksudnya, tidak bersedih dan tidak sempit dada terhadap kejahatan orang-orang yang belum mau beriman adalah bukan sesuatu yang dapat dimengerti secara teori rasional ilmiah saja, tapi juga yang dirasakan di dalam hati, itulah yang dimaksud sabar .  Orang sudah mengetahui dan...

Dasar-dasar Akhlak Islami

Dasar-dasar Akhlak Islami Eksistensi manusia sebagai makhluk, tentu harus berhadapan pula dengan realitas lain yaitu Sang Khalik (yang menciptakan manusia).  Dasar-dasar Akhlak Islami Memahami manusia dari apa yang dihasilkannya membawa konsekuensi untuk memahami struktur kehidupannya dalam suatu sistem kebudayaan, sebagai suatu usaha memahami seluruh kegiatan manusia dalam kesatuan yang organis. Mustafa Zahri menukil pendapat Imam Ghazali bahwa tujuan perbaikan akhlak itu ialah dalam rangka membersihkan kalbu dari kotoran-kotoran hawa nafsu dan amarah sehingga hati menjadi suci bersih, bagaikan cermin yang dapat menerima Nur Cahaya Tuhan.  Urgensi akhlakul karimah merupakan hal yang sangat berguna dalam mengarahkan dan mewarnai berbagai aktivitas kehidupan manusia di segala bidang.  Seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi yang maju disertai dengan akhlak yang mulia, niscaya ilmu pengetahuan dan teknologi modern yang dimilikinya itu akan dimanfaatkan sebaik...

Pencerahan Spiritual Dari Perjalanan Tahap Pertama

Pencerahan Spiritual Dari Perjalanan Tahap Pertama Dengan mujahadah dan dzikir yang dilaksanakan oleh seorang salik sebagai pelaksanaan thoriqoh secara istiqomah. Akal (rasio) akan selalu mendapatkan pencerahan dari hati dengan " nur hidayah ", nur hidayah tersebut adalah buah dzikir yang dijalani.  Hasilnya, aktifitas akal yang terkadang suka kebablasan dapat terkendali dengan kekuatan aqidah ( spiritual ) yang benar.  Dengan dzikir itu, seperti meditasi, orang beriman hendaknya mampu mengosongkan irodah dan qudroh basyariyah yang hadits (baru) untuk dihadapkan kepada irodah dan qudroh Allah Ta‘ala yang azaliah.  Maksudnya, obsesi, rencana, dan kemampuan diri untuk mengatur kehidupan kedepan, baik urusan dunia maupun urusan akhirat, saat itu, dengan kekuatan dzikir yang dilaksanakan tersebut, dilepas sementara dari bilik akalnya, kebutuhan hidup tersebut dihadapkan dan diserahkan kepada perancanaan Allah "bagi setiap hamba-Nya " sejak zaman azali serta kepada...

Riyadhah Adalah Perjuangan Dalam Batin dan Diri Sendiri

Riyadhah Riyadhah adalah latihan-latihan fisik dan jiwa dalam rangka melawan getaran hawa nafsu dengan melakukan puasa, khalwat, bangun di tengah malam (qiyamullail), berdzikir, tidak banyak bicara, dan beribadah secara terus menerus untuk penyempurnaan diri secara konsisten. Semua kondisi puncak kebahagiaan, puncak penderitaan, puncak kegembiraan, dan puncak kesedihan merupakan wujud dari riyadhoh .  Manusia mempersiapkan diri dengan berbagai latihan-latihan jiwa untuk kesucian batin.  Kunci sukses dari Riyadhoh adalah kepasrahan diri, menerima dengan ikhlas dan lapang dada atas semua yang diberikan sang Khaliq. Dalam hubungan dengan Riyadloh , berkaitan dengan tiga hal berikut ini: Takhalli ( Takholli minal akhlaaqil madzmuumah, lepaskan dirimu dari perangai tercela).  Menghapus perbuatan tercela dan dalam mencapai Asmaul Husna, harus ada sifat menghayati, bertobat dengan cara istiqomah dan ikhlas. Tahalli ( Tahalli nafsaka bil akhlaaqil mahmuudah, isilah jiwamu de...

Ilmu Laduni Sebagai Buah Takwa

Ilmu Laduni Sebagai Buah Takwa Allah berfirman:  "Dan bertakwalah kepada Allah, maka Allah akan mengajarimu. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu". (QS. al-Baqoroh (2); 282)  Kehati-hatian ( al-ihtiyat ) seorang hamba dalam berbuat, menentukan sikap dan memilih jalan hidup yang harus ditempuh, di hadapan Dzat yang ditakuti "yang diyakini setiap saat dapat melihat dan mengetahui dirinya dimanapun berada" serta pengharapannya untuk mendapatkan petunjuk dan hidayah dari-Nya, hal tersebut akan menjadi sumber inspirasi dan ilham yang tiada henti, namun itu manakala ketakutan tersebut hanya disandarkan kepada yang memberi kehidupan, hanya kepada Allah Sang Pemberi Nur kehidupan alam.  Hal tersebut bisa terjadi, karena interaksi dua dzikir telah terkondisikan, sebagai sunnah dan pelaksanaan janji yang tidak teringkari.  "Maka ingatlah kamu kepadaKu, niscaya Aku ingat pula kepadamu ". (QS. 2; 152) Interaksi dua nur walau dipancarkan dari dua sisi yang berbeda,...

Sejarah Pertumbuhan dan PerkembanganTasawuf

Sejarah Pertumbuhan dan PerkembanganTasawuf  Istilah tasawuf dimasa Nabi SAW tidak ada, demikian pula dimasa para sahabat Nabi SAW dan tabi’in belum ada istilah itu. Istilah tasawuf itu muncul setelah banyaknya buku-buku pengetahuan yang diterjemahkan dari bahasa Yunani ke dalam bahasa Arab. Dan sebenarnya istilah ini berasal dari kata Sufia (Sophia), dalam istilah bahasa Arab berarti kelompok ahli ibadat untuk menyatukan batinnya hanya kepada Allah semata, sebab tujuan semata untuk mengadakan hubungan dengan yang Maha Benar. (Haqiqatul Haqaiq).  Dalam masalah ini belum ada seorang pun pengkaji masalah tasawuf yang sampai dalam batasan ilmiah untuk mengetahui tokoh sufi pertama dalam Islam dan siapa yang meletakkan batu pertama bagi pemikiran tasawuf ini. Tasawuf merupakan sebuah konsep yang tumbuh sebelum Nabi Muhammad SAW lahir, baik dalam segi wacana, perilaku, maupun akidah.  Tasawuf terjadi pada setiap umat dan agama-agama, khususnya Brahmana Hinduisme, filsafat Ilum...

Memahami Pengertian Wahdatul Wujud

Memahami Pengertian Wahdatul Wujud Secara etimologi, wahdatul wujud adalah ungkapan yang terdiri dari dua kata, yaitu Wahdat dan al-Wujud.  Wahdat artinya adalah penyatuan, satu, atau sendiri, sedangkan al-wujud artinya ada (eksistens).  Di kalangan ulama klasik ada yang mengartikan wahdah sebagai sesuatu yang zatnya tidak dapat dibagi-bagi. Selain itu al-wahdah digunakan oleh para sufi sebagai suatu kesatuan antara materi dan roh, substansi (hakikat) dan forma (bentuk), antara yang tampak atau lahir dengan yang batin, antara alam dengan Allah, karena alam dan seisinya berasal dari Allah.  Wujudnya makhluk adalah ‘ain wujudnya Khalik . Pada hakikatnya tidak ada perbedaan diantara keduanya.  Kalau dikatakan berlainan dan berbeda wujud makhluk dengan wujud Khalik, itu hanyalah lantaran pendeknya paham dan singkatnya akal dalam mengetahui dan mencapai haqiqat.  Wahdatul Wujud mempunyai pengertian bersatunya Tuhan dengan manusia yang telah mencapai hakiki ata...

Sejarah dan Pertumbuhan Ilmu Akhlak Pada Beberapa Bangsa di Dunia

Sejarah dan Pertumbuhan Ilmu Akhlak Pada Beberapa Bangsa di Dunia Berbicara tentang sejarah akhlak berarti membicarakan semenjak adanya manusia, yaitu sudah ada sejak zaman Nabi Adam AS. Sejarah  ilmu akhlak yaitu sejarah yang mempelajari batas antara baik dan buruk, antara terpuji dan tercela, tentang perkataan dan perbuatan manusia lahir dan batin sejak zaman Nabi Adam AS hingga sekarang.  Sejarah ilmu akhlak ialah sejarah yang menggali tentang tingkah laku baik dan buruk, ilmu yang mengajarkan pergaulan manusia dan menyatakan tujuannya dari seluruh usaha dan pekerjaan mereka dari masa ke masa. Sejarah pertumbuhan ilmu akhlak ialah suatu peristiwa perkembangan pengetahuan tentang budi pekerti atau tingkah laku seseorang melalui berbagai macam metode yang disusun secara sistematis dari zaman ke zaman.  Sejarah pertumbuhan ilmu akhlak ialah suatu peristiwa yang benar-benar terjadi dari perkembangan ilmu pengetahuan tentang budi pekerti atau tingkah laku  seseorang me...

Manfaat Ilmu Tasawuf dalam Kehidupan

Manfaat Ilmu Tasawuf dalam Kehidupan Menurut Hussein Nashr sebagaimana dikutip oleh Abuddin Nata, bahwa paham sufisme mulai mendapat tempat di kalangan masyarakat (termasuk masyarakat Barat), karena mereka merasakan kekeringan batin. Mereka mulai mencari-cari di mana sufisme yang dapat menjawab sejumlah masalah tersebut.  Perlunya tasawuf dimasyarakatkan dalam pandangan Komaruddin Hidayat terdapat tiga tujuan. Pertama , turut serta terlibat dalam berbagai peran dalam menyelamatkan kemanusiaan dari kondisi kebingungan akibat hilangnya nilai-nilai spiritual.  Kedua , mengenalkan literatur atau pemahaman tentang aspek esoteris (kebatinan) Islam, baik terhadap masyarakat Islam yang mulai melupakannya maupun di kalangan masyarakat non-Islam.  Ketiga , untuk memberikan penegasan kembali bahwa sesungguhnya aspek esoteris Islam, yakni sufisme adalah jantung ajaran Islam, sehingga bila wilayah ini kering dan tidak berdenyut, maka keringlah aspek-aspek lain dalam ajaran Islam....