View

Random Artikel

JINGGA NEWS || www.jingganews.com

Populer Minggu Ini

Jimat Kebal Pejuang Kemerdekaan Indonesia 1945-1949

Kisah Orang-Orang Kebal Pejuang Kemerdekaan Indonesia 1945-1949 Tidak hanya pahlawan nasional dengan pangkat berjejeran, Anda harus tahu jika pejuang kemerdekaan Indonesia saat itu termasuk orang-orang kebal. Mereka punya peran yang tak kalah penting dengan pejuang republik, sama-sama mengangkat senjata untuk mengusir penjajah kolonial Belanda tahun 1945-1949. Menurut sejumlah pemberitaan, orang-orang tak tembus peluru ini juga pernah menempati kedudukan mentereng dalam organisasi kerakyatan. Sebagian dari mereka ada yang menjabat jadi ketua perkumpulan rakyat dan mendirikan laskar bersenjata. Bagi orang-orang kebal perang adalah hal yang biasa. Setiap hari mereka bekerja melibatkan resiko, pilihannya hanya dua, yakni hidup atau mati. Kebiasaan hidup penuh resiko itu membuat mereka maju di baris depan tatkala Belanda melakukan agresi militer di Indonesia. Seluruh ilmu kekebalan (anti peluru) mereka pakai menghadang pasukan Belanda. Jangankan timah panas yang keluar hanya dari sepucuk s...

Manfaat Ilmu Tasawuf dalam Kehidupan

Manfaat Ilmu Tasawuf dalam Kehidupan Menurut Hussein Nashr sebagaimana dikutip oleh Abuddin Nata, bahwa paham sufisme mulai mendapat tempat di kalangan masyarakat (termasuk masyarakat Barat), karena mereka merasakan kekeringan batin. Mereka mulai mencari-cari di mana sufisme yang dapat menjawab sejumlah masalah tersebut.  Perlunya tasawuf dimasyarakatkan dalam pandangan Komaruddin Hidayat terdapat tiga tujuan. Pertama , turut serta terlibat dalam berbagai peran dalam menyelamatkan kemanusiaan dari kondisi kebingungan akibat hilangnya nilai-nilai spiritual.  Kedua , mengenalkan literatur atau pemahaman tentang aspek esoteris (kebatinan) Islam, baik terhadap masyarakat Islam yang mulai melupakannya maupun di kalangan masyarakat non-Islam.  Ketiga , untuk memberikan penegasan kembali bahwa sesungguhnya aspek esoteris Islam, yakni sufisme adalah jantung ajaran Islam, sehingga bila wilayah ini kering dan tidak berdenyut, maka keringlah aspek-aspek lain dalam ajaran Islam....

Maaf Level Kami Bukan Anda Lagi

Maaf Level Kami Bukan Anda Lagi Tolak wacana pertandingan uji coba FIFA MATCH DAY Timnas Indonesia melawan Malaysia. Penolakan ini didasari oleh beberapa alasan, di antaranya: 1. Balasan atas Keangkuhan Malaysia di Masa Lalu: Pada awal tahun 2023, Ketua Kompetisi Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM), Mohd Firdaus Mohamed, mengeluarkan pernyataan yang dianggap merendahkan Timnas Indonesia. Dia mengatakan bahwa Thailand dan Vietnam lebih pantas diundang ke Piala Merdeka 2023 karena dianggap memiliki kualitas dan standar permainan di level Asia, tidak seperti Timnas Indonesia. Pernyataan ini memicu rasa sakit hati di kalangan masyarakat Indonesia. Apalagi saat itu ranking FIFA Malaysia masih di atas Timnas Indonesia. 2. Fokus Timnas Indonesia: Saat ini, Timnas Indonesia sedang fokus mempersiapkan diri untuk lolos ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Pertandingan melawan Malaysia dianggap tidak sejalan dengan fokus utama tim. 3. Lawan yang Lebih Berat Menanti: Timnas Indon...

Sumber Akhlak, Moral dan Etika dan Manfaat Mempelajarinya

Sumber Akhlak, Moral dan Etika dan Manfaat Mempelajarinya Akhlak yang mulia merupakan unsur yang sangat utama di dalam risalah Islamiyah.  Dalam kehidupan sehari-hari sering dijumpai kata akhlak, moral dan etika yang ketiganya merupakan tingkah laku manusia, hampir sama, namun jika dilihat dari sumbernya, ketiga kata tersebut akan berbeda.  Akhlak bersumber dari agama wahyu. Moral bersumber dari adat istiadat masyarakat. Sementara etika bersumber dari filsafat moral dan akal pikiran.  Dalam kajian ini mengarah pada konseptual akhlak Islami dalam perspektif Al-Qur’an dan Hadits Nabawi dikomparasikan dengan materi-materi yang sudah berkembang.  Sikap dan prilaku akhlak Islami yang sempurna itu harus berpegang pada tuntunan Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW. Orang yang paling mengerti tentang pengamalan Al-Qur’an adalah Nabi sendiri. Rasulullah SAW adalah prototipe manusia yang berakhlak sempurna. Allah SWT menyebutkan dalam Al-Qur'an Surat Al-Qalam ayat ke 4,  "...

Pencerahan Spiritual Dari Perjalanan Tahap Pertama

Pencerahan Spiritual Dari Perjalanan Tahap Pertama Dengan mujahadah dan dzikir yang dilaksanakan oleh seorang salik sebagai pelaksanaan thoriqoh secara istiqomah. Akal (rasio) akan selalu mendapatkan pencerahan dari hati dengan " nur hidayah ", nur hidayah tersebut adalah buah dzikir yang dijalani.  Hasilnya, aktifitas akal yang terkadang suka kebablasan dapat terkendali dengan kekuatan aqidah ( spiritual ) yang benar.  Dengan dzikir itu, seperti meditasi, orang beriman hendaknya mampu mengosongkan irodah dan qudroh basyariyah yang hadits (baru) untuk dihadapkan kepada irodah dan qudroh Allah Ta‘ala yang azaliah.  Maksudnya, obsesi, rencana, dan kemampuan diri untuk mengatur kehidupan kedepan, baik urusan dunia maupun urusan akhirat, saat itu, dengan kekuatan dzikir yang dilaksanakan tersebut, dilepas sementara dari bilik akalnya, kebutuhan hidup tersebut dihadapkan dan diserahkan kepada perancanaan Allah "bagi setiap hamba-Nya " sejak zaman azali serta kepada...

Memahami Konsep Muroqobah dan Tingkatannya

Muroqobah Muroqobah. Muroqobah dalam makna harfiah berarti awas mengawasi atau saling mengawasi (dalam Ilmu Shorof dalam kategori bina musyarokah).  Secara bahasa muroqobah mengandung makna  senantiasa mengamat - amati tujuan atau menantikan sesuatu dengan penuh perhatian (mawas diri).  Sedangkan menurut terminologi berarti melestarikan pengamatan kepada Allah SWT dengan hatinya dalam arti terus menerus kesadaran seorang hamba atas pengawasan Allah SWT terhadap semua keadaannya.  Sehingga manusia mengamati pekerjaan dan hukum - hukum-Nya dengan penuh perasaan kepada Allah SWT. Dalam pandangan Imam al-Qusyairy, muroqobah ialah: “ keadaan/kesadaran seseorang meyakini sepenuh hati bahwa Allah selalu melihat dan mengawasi kita. Tuhan mengetahui seluruh gerak-gerik kita dan bahkan segala yang terlintas dalam hati diketahui Allah .” Artinya, muroqobah ialah keadaan hamba tahu dan sadar dengan sepenuh hati bahwa Tuhan selalu melihatnya. Muroqobah merupakan ilmu untuk meliha...

Hakikat Ilmu Laduni

Hakikat Ilmu Laduni Yang dimaksud Ilmu Laduni adalah "‘ Ilmu Laddunniyyah Robbaniyyah . Ilmu pemberian atau warisan langsung dari pewarisnya yang terlebih dahulu telah mendapatkan warisan dari para pendahulunya, yaitu para Nabi, ash-Shiddiq, asy Syuhada‘ ash-Sholihin Ilmu tersebut diwariskan hanya semata-mata atas kehendak atau urusan ketuhanan. Ilmu Laduni itu terbit dari sumbernya, yaitu hati sanubari orang-orang beriman yang telah lama mengadakan pencarian dengan bersungguh-sungguh.  Berupa Ilham spontan yang memancar dari dalam hati kemudian terpancarkan lagi keluar dalam bentuk perilaku, baik ucapan maupun perbuatan melalui akal dan fikiran. Ilham spontan itu hanya akan terbesit dari hati seorang hamba yang sedang rindu dan menunggu titah Allah, berupa pemahaman konkrit dan logis juga alasan-alasan kuat yang reasonable serta dapat diterima akal sehat.  Bahkan Ilmu Laduni itu terkadang berupa penemuan-penemuan ilmiah yang dinamis dan aplikatif. Allah mengabarkan keberad...

Inilah 7 Faktor yang Mempengaruhi Akhlak Seseorang

Faktor yang Mempengaruhi Akhlak Seseorang Menurut Murtadha Muthahhari, ada jenis akhlak yang didasarkan pada ego.Ini merupakan jenis akhlak yang dipengaruhi hawa nafsu.  Pandangan akhlak seperti ini diantaranya dikemukakan oleh Nitsche. Akhlak komunis pun demikian adanya. Yang ideal adalah akhlak yang timbul dari nilai-nilai Ilahiyah dengan kesadaran pribadi mengarah pada ilham taqwa.  Apabila ditinjau dari segi akhlak kejiwaan, seseorang bertindak dan berbuat atas dasar pokok-pokok berikut ini:  1. Insting (gharizah/naluri).  Insting merupakan seperangkat tabi’at yang dibawa manusia sejak lahir.  Para psikolog menjelaskan bahwa insting berfungsi sebagai motivator penggerak yang mendorong lahirnya tingkah laku, misalkan naluri makan, senang dengan lawan jenis (seksual instinct), naluri keibubapakan (cinta orang tua kepada anaknya dan sebaliknya), kesadaran dalam ber-Tuhan, dan naluri mempertahankan diri (berjuangan/combative instinct).  2. Adat kebiasaan....

Ilmu Akhlak pada Agama Islam

Ilmu Akhlak pada Agama Islam Akhlak adalah bagian dari syari’at Islam. Bagian dari perintah - perintah Allah dan larangan - larangan-Nya.  Akhlak harus ada serta nampak pada diri setiap muslim, agar sempurna seluruh amal perbuatannya dengan Islam, dan sempurna pula dalam melaksanakan perintah-perintah Allah.  Agama Islam juga mengandung jalan hidup manusia yang paling sempurna dan memuat ajaran yang menuntun umat kepada kebahagiaan dan kesejahteraan.  Semua ini terkandung dalam ajaran Al-Qur’an yang diturunkan Allah dan ajaran sunnah yang didatangkan dari Nabi muhammad SAW.  Islam memiliki tokoh-tokoh yang sangat berpengaruh dalam perkembangan Ilmu Akhlak. Tokoh-tokoh ini tidak lain adalah Nabi - nabi yang tercatat dan diabadikan dalam kitab suciAl-Qur’an.  1. Nabi Ibrahim AS Nabi Ibrahim AS mempunyai sebutan sebagai Ayahnya semua nabi dan rasul, yang membawa dan menyebarkan ajaran tauhid kepada umat manusia. Ia adalah orang yang berani menanggung resiko dalam m...

Sebab Diturunkan Ilmu Laduni

Sebab Diturunkan Ilmu Laduni Sebagaimana yang sudah disampaikan sebelumnya, bahwa untuk mendapatkan Ilmu Laduni, seorang salik hanya berkewajiban membangun " sebab-sebab ".  Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk pelaksanaan pengabdian yang hakiki kepada Tuhannya, dengan itu supaya orang tersebut mendapatkan " akibat " yang dijanjikan sebagai pahala dari ibadah yang dilakukan.  Pengabdian itu adalah ibadah yang Ikhlas dalam tataran Iman, bukan sekedar tataran Islam.  Sebagaimana yang diajarkan Allah kepada umat manusia melalui malaikat Jibril kepada Rasulullah tentang tiga tataran pelaksanaan ibadah, secara Islam, secara Iman dan secara Ihsan.  Hadits Qudsi ini shahih dan diriwayatkan dari Abu Hurairah yang telah berkata:  Pada suatu hari, ketika Rasulullah bersama kaum muslimin, datang seorang lelaki dan bertanya kepada Baginda:  "Wahai Rasulullah! Apakah yang dimaksudkan dengan Iman?".  Lalu baginda beliau bersabda: "Hendaklah kamu percaya kepada Al...