View

Random Artikel

JINGGA NEWS || www.jingganews.com

Populer Minggu Ini

Tentang Insan Kamil

Insan Kamil Insan Kamil . Insan Kamil berasal dari gabungan dua kata bahasa Arab, insan dan kamil . Insan berarti manusia, kamil berarti sempurna. Jadi secara bahasa insan kamil mengandung makna manusia sempurna ( Perfect Man ), yakni manusia yang dekat (qarib dengan Allah) dan terbina potensi ruhaniahnya sehingga dapat berfungsi secara optimal.  Inilah manusia seutuhnya yang mempunyai ketinggian derajat di hadapan Tuhannya, sehingga mencapai tingkat kesempurnaan tauhid dan akhlak mulia.  Manusia sempurna ( insan kamil ) menurut Abdul Karim al-Jilli (wafat 1428 M.) sebagaimana dikutip oleh A. Mustofa, adalah manusia cerminan Tuhan atau manusia kopi Tuhan.  Dengan kata lain manusia yang sudah mengenal eksistensi dirinya sendiri dan memiliki sifat-sifat yang mulia. Secara umum dalam ajaran tasawuf yang dimaksud insan kamil adalah manusia yang telah memiliki dalam dirinya Nur Muhammad yang disebut dengan Al-Haqiqatul Muhammadiyyah .  Dalam pandangan Ibnu ’Arabi ...

Tentang Maqamat dan Ahwal

Maqamat dan Ahwal  Maqamat . Maqamat adalah jalan yang harus ditempuh seorang sufi untuk berada dekat dengan Allah. Maqamat merupakan bentuk jamak mu’annats dari kata maqam yang  secara bahasa berarti kedudukan, pangkat, dan derajat.  Dalam pandangan Ath-Thusi sebagaimana dikutip oleh Rosihan Anwar dan M. Alfatih bahwa maqamat adalah kedudukan hamba (salik) dalam perjalanannya menuju Allah SWT melalui ibadah, kesungguhan melawan rintangan (al-mujahadat), dan latihan-latihan rohani (ar-Riyadhah). Di antara tingkatan maqamat adalah: taubat, zuhud, wara’, faqir, sabar, tawakkal, dan ridho. Secara umum pemahamannya sebagai berikut: 1) Taubat , yaitu memohon ampun disertai janji tidak akan mengulangi lagi.  2) Zuhud , yaitu meninggalkan kehidupan dunia (dalam hal kemaksiatan) dan mengutamakan kebahagiaan di akhirat.  3) Wara’ , yaitu meninggalkan segala yang syubhat (tidak jelas halal haramnya).  4) Faqir , yaitu tidak meminta lebih dari apa yang sudah diteri...

Memahami Pengertian Wahdatul Wujud

Memahami Pengertian Wahdatul Wujud Secara etimologi, wahdatul wujud adalah ungkapan yang terdiri dari dua kata, yaitu Wahdat dan al-Wujud.  Wahdat artinya adalah penyatuan, satu, atau sendiri, sedangkan al-wujud artinya ada (eksistens).  Di kalangan ulama klasik ada yang mengartikan wahdah sebagai sesuatu yang zatnya tidak dapat dibagi-bagi. Selain itu al-wahdah digunakan oleh para sufi sebagai suatu kesatuan antara materi dan roh, substansi (hakikat) dan forma (bentuk), antara yang tampak atau lahir dengan yang batin, antara alam dengan Allah, karena alam dan seisinya berasal dari Allah.  Wujudnya makhluk adalah ‘ain wujudnya Khalik . Pada hakikatnya tidak ada perbedaan diantara keduanya.  Kalau dikatakan berlainan dan berbeda wujud makhluk dengan wujud Khalik, itu hanyalah lantaran pendeknya paham dan singkatnya akal dalam mengetahui dan mencapai haqiqat.  Wahdatul Wujud mempunyai pengertian bersatunya Tuhan dengan manusia yang telah mencapai hakiki ata...

Dasar-Dasar Ilmu Tasawuf Dalam Al-Qur’an

Dasar-Dasar Ilmu Tasawuf Dalam Al-Qur’an Dalam literatur Barat, sufisme (tasawuf) masih sering diartikan sama persis denganmystisism (mistik), yang sekarang sudah punya konotasi lain, dan dalam beberapa hal di Indonesia sudah punya arti tersendiri pula, dan biasanya disamakan dengan kebatinan, sudah berbau jimat, dukun dan sebagainya. Bahkan ada yang menyamakan dengan syirik.  Agaknya istilah sufism yang sering dipakai dalam literatur bahasa Inggris sudah memberi arti adanya perbedaan itu. Malah kadang diberi tambahan, misalnya Nicholson dengan kata Mystical Sufism. Berkaitan dengan masalah itu, Al-Qur’an menjadi sumber dan dasar dari tasawuf serta amalannya, paling tidak tampak dari empat segi. Pertama, Al-Qur’an penuh dengan gambaran kehidupan tasawuf dan merangsang untuk hidup secara sufi.  Kedua, Al-Qur’an merupakan sumber dari konsep-konsep yang berkembang dalam dunia tasawuf.  Ketiga, Al-Qur’an banyak sekali berbicara dengan hati dan perasaan.  Di sini Al-Qur’a...

Inilah 7 Faktor yang Mempengaruhi Akhlak Seseorang

Faktor yang Mempengaruhi Akhlak Seseorang Menurut Murtadha Muthahhari, ada jenis akhlak yang didasarkan pada ego.Ini merupakan jenis akhlak yang dipengaruhi hawa nafsu.  Pandangan akhlak seperti ini diantaranya dikemukakan oleh Nitsche. Akhlak komunis pun demikian adanya. Yang ideal adalah akhlak yang timbul dari nilai-nilai Ilahiyah dengan kesadaran pribadi mengarah pada ilham taqwa.  Apabila ditinjau dari segi akhlak kejiwaan, seseorang bertindak dan berbuat atas dasar pokok-pokok berikut ini:  1. Insting (gharizah/naluri).  Insting merupakan seperangkat tabi’at yang dibawa manusia sejak lahir.  Para psikolog menjelaskan bahwa insting berfungsi sebagai motivator penggerak yang mendorong lahirnya tingkah laku, misalkan naluri makan, senang dengan lawan jenis (seksual instinct), naluri keibubapakan (cinta orang tua kepada anaknya dan sebaliknya), kesadaran dalam ber-Tuhan, dan naluri mempertahankan diri (berjuangan/combative instinct).  2. Adat kebiasaan....

Pendidikan Karakter Hubungannya dengan Akhlak, Moral dan Etika

Pendidikan Karakter Hubungannya dengan Akhlak, Moral dan Etika Karakter adalah sifat pribadi yang relatif stabil pada diri individu yang menjadi landasan bagi penampilan perilaku dalam standar nilai dan norma yang tinggi. Istilah karakter memiliki kemiripan dengan istilah moral, etika, akhlak, dan budi pekerti. Dalam hal ini, karakter dapat dipahami sebagai cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, bangsa dan negara. Individu yang berkarakter baik adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan tiap akibat dari keputusan yang ia buat. Antara karakter dan moral memiliki hubungan yang sangat erat, karakter merupakan sikap dan kebiasaan seseorang yang memungkinkan dan mempermudah tindakan moral.  Etika dan moral memiliki makna yang sama, namun berasal dari bahasa yang berbeda. Etika berasal dari bahasa Yunani ”ethos” yang berarti kebiasaan, adat, watak, sikap, car...

Dasar-dasar Akhlak Islami

Dasar-dasar Akhlak Islami Eksistensi manusia sebagai makhluk, tentu harus berhadapan pula dengan realitas lain yaitu Sang Khalik (yang menciptakan manusia).  Dasar-dasar Akhlak Islami Memahami manusia dari apa yang dihasilkannya membawa konsekuensi untuk memahami struktur kehidupannya dalam suatu sistem kebudayaan, sebagai suatu usaha memahami seluruh kegiatan manusia dalam kesatuan yang organis. Mustafa Zahri menukil pendapat Imam Ghazali bahwa tujuan perbaikan akhlak itu ialah dalam rangka membersihkan kalbu dari kotoran-kotoran hawa nafsu dan amarah sehingga hati menjadi suci bersih, bagaikan cermin yang dapat menerima Nur Cahaya Tuhan.  Urgensi akhlakul karimah merupakan hal yang sangat berguna dalam mengarahkan dan mewarnai berbagai aktivitas kehidupan manusia di segala bidang.  Seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi yang maju disertai dengan akhlak yang mulia, niscaya ilmu pengetahuan dan teknologi modern yang dimilikinya itu akan dimanfaatkan sebaik...

Manfaat Ilmu Tasawuf dalam Kehidupan

Manfaat Ilmu Tasawuf dalam Kehidupan Menurut Hussein Nashr sebagaimana dikutip oleh Abuddin Nata, bahwa paham sufisme mulai mendapat tempat di kalangan masyarakat (termasuk masyarakat Barat), karena mereka merasakan kekeringan batin. Mereka mulai mencari-cari di mana sufisme yang dapat menjawab sejumlah masalah tersebut.  Perlunya tasawuf dimasyarakatkan dalam pandangan Komaruddin Hidayat terdapat tiga tujuan. Pertama , turut serta terlibat dalam berbagai peran dalam menyelamatkan kemanusiaan dari kondisi kebingungan akibat hilangnya nilai-nilai spiritual.  Kedua , mengenalkan literatur atau pemahaman tentang aspek esoteris (kebatinan) Islam, baik terhadap masyarakat Islam yang mulai melupakannya maupun di kalangan masyarakat non-Islam.  Ketiga , untuk memberikan penegasan kembali bahwa sesungguhnya aspek esoteris Islam, yakni sufisme adalah jantung ajaran Islam, sehingga bila wilayah ini kering dan tidak berdenyut, maka keringlah aspek-aspek lain dalam ajaran Islam....

Syari'at ( Ajaran - Ajaran Dalam Tasawuf )

Syari'at ( Ajaran - Ajaran Dalam Tasawuf ) Syari’at, Thariqat, Hakikat, dan Ma’rifat Untuk mencapai derajat kemuliaan menjadi kekasih Allah (waliyullah), dalam dunia sufi dikenal istilah taraqi, yaitu jalan yang ditempuh dalam melaksanakan suatu ibadat. Taraqi merupakan pendakian menuju Tuhan melalui proses riyadhah, atau proses berlatih diri untuk bisa mengenal dan akrab dengan Allah.  Jalur ini ibarat jalan terjal yang mendaki penuh kerikil tajam.  Untuk mencapai ke tingkat kesanggupan mengenal Allah, bahkan mencapai derajat kekasih Allah, mungkin akan mengalami proses jatuh bangun. Lihat Basyar Isya, Menggapai Derajat Kekasih Allah, (Bandung: Qalbun Salim press, 1997), cet .I,  h. 9. Langkah ini merupakan sebagai jalan supaya tercapai kedudukan insan kamil yang sangat dekat dengan Tuhan.  Jalur taraqi ini ditempuh dengan menjalani perjalanan Syari’at, thariqat, hakikat, dan ma’rifat.  Dalam hal ini tujuan pendakiannya adalah mencapai ma’rifatullah. Sebagaiman...

Pembentukan Nilai-nilai Akhlak

Pembentukan Nilai-nilai Akhlak Sebagaimana dipahami, bahwa dalam Ilmu Akhlak dibahas ukuran suatu kebahagiaan, keutamaan, kebijaksanaan, keindahan dan sebagainya. Dalam kaitan ini nilai-nilai akhlak sangat mempengaruhi hal-hal itu. Demikian pula dalam pembentukannya dapat dipengaruhi dari unsur internal seseorang atau pun unsur eksternalnya. Kita ketahui, setiap agama memiliki nilai-nilai akhlak dan karakteristik yang membedakannya dengan agama lain. Tidak dapat diragukan lagi di dalam Islam juga terdapat nilai-nilai akhlak tertentu yang menjadi kewajiban bagi para pemeluknya untuk bersikap toleran terhadap agama lain dalam hubungan kemanusiaan dan kemasyarakatan. Islam adalah agama yang berlandaskan kemuliaan, kemurahan hati dan pilantropi (saling menyayangi antar sesama manusia). Pikiran yang sempit, ketamakan, dan kekikiran merupakan sifat-sifat buruk yang dapat menggoncangkan sendi-sendi agama. Oleh karena itu dikehendaki para pengikutnya bermurah hati dan berbaik hati. Sanga...