View

Random Artikel

JINGGA NEWS || www.jingganews.com

Populer Minggu Ini

Hikmah Perjalanan Tahap Kedua Nabi Musa as. dan Nabi Khidhir as.

Hikmah Perjalanan Tahap Kedua Nabi Musa as. dan Nabi Khidhir as. Perjalanan tahap kedua adalah usaha seorang murid untuk membangun komitmen (mubaya‘ah) kepada guru mursyidnya .  Seorang murid harus mampu melaksanakan apa-apa yang sudah disepakati dengan guru mursyidnya , itu sebagai hal yang wajib dikerjakan berkaitan dengan janji ( bai‘at ) yang sudah dilaksanakan.  Pelaksanaan bai‘at seperti itu juga dilaksanakan Rasulullah saw. terhadap para sahabat sebagai janji setia untuk bersedia mengikuti beliau:  "Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar'. (QS. al-Fath : 10). Janji seorang murid di hadapan guru mursyidnya hanyalah pelaksanaan syari‘at secara lahir sedangkan secara hak...

Tentang Insan Kamil

Insan Kamil Insan Kamil . Insan Kamil berasal dari gabungan dua kata bahasa Arab, insan dan kamil . Insan berarti manusia, kamil berarti sempurna. Jadi secara bahasa insan kamil mengandung makna manusia sempurna ( Perfect Man ), yakni manusia yang dekat (qarib dengan Allah) dan terbina potensi ruhaniahnya sehingga dapat berfungsi secara optimal.  Inilah manusia seutuhnya yang mempunyai ketinggian derajat di hadapan Tuhannya, sehingga mencapai tingkat kesempurnaan tauhid dan akhlak mulia.  Manusia sempurna ( insan kamil ) menurut Abdul Karim al-Jilli (wafat 1428 M.) sebagaimana dikutip oleh A. Mustofa, adalah manusia cerminan Tuhan atau manusia kopi Tuhan.  Dengan kata lain manusia yang sudah mengenal eksistensi dirinya sendiri dan memiliki sifat-sifat yang mulia. Secara umum dalam ajaran tasawuf yang dimaksud insan kamil adalah manusia yang telah memiliki dalam dirinya Nur Muhammad yang disebut dengan Al-Haqiqatul Muhammadiyyah .  Dalam pandangan Ibnu ’Arabi ...

Ilmu Laduni Adalah Buah Cinta Yang Hakiki

Ilmu Laduni Adalah Buah Cinta Yang Hakiki  Firman Allah Ta‘ala:  "Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang telah mengajarkan Al-Qur'an, Dia menciptakan manusia* Mengajarinya Al-Bayan ". (QS. ar-Rahman : 1-4).  Untuk menafsirkan ayat-ayat di atas ( surat ar Rahman : 1-4 ), marilah kita menggunakan bahasa secara tafsiriyah , yakni cara menafsirkan ayat-ayat al-Qur‘an yang banyak digunakan oleh para Ulama ahli tafsir terdahulu.   Surat ini dibuka dengan lafad " Ar-Rahman ". Artinya : Tuhan yang Maha Pemurah.  Ar-Rahman adalah salah satu nama Allah SWT. dari nama-Nya yang sembilan puluh sembilan.  Nama tersebut adalah satu-satunya nama yang tidak diberikan juga kepada siapapun dari makhluk-Nya.  Tidak seperti nama-nama-Nya yang lain, Ar-Rahim misalnya, ar-Rahim adalah nama-Nya yang juga diberikan-Nya sebagai nama Rasulullah SAW. Allah menyatakan hal itu dengan firman-Nya :  "Amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mu‘min ". (QS. at-Taubah ...

Memahami Konsep Fana dan Baqa Dalam Ilmu Tasawuf

Fana dan Baqa Fana dan Baqa . Dalam kajian tasawuf antara fana dan baqa tidak bisa dipisahkan. Hal ini dikarenakan baqa merupakan sisi lain yang terikat dari fana. Bahkan dalam Sayyid Mahmud Abul Faidh al-Manufi al Husaini menggabungkan tema kajian fana dan baqa (pada satu judul) dalam karyanya Jamharotul Awliya.  Fana diambil dari kata faniya (fana)-yafna-fana ’, secara bahasa berarti menjadi lenyap, hilang, dan tak kekal. Dalam sumber lain berasal dari kata fana-yafni- fana ’ yang mengandung makna hilang hancur. Sedangkan baqa berasal dari kata baqiya-yabqa- baqa ’ yang berarti dawam atau terus menerus, tidak lenyap dan tidak hancur. Fana dalam istilah Ilmu Tasawuf  adalah suatu tingkatan pengalaman spiritual sufi yang tertinggi menjelang ke tingkat ittihad , yakni hilangnya kesadaran tentang dirinya dari seluruh makhluk dan hanya ditujukan kepada Allah semata, serta yang ada hanya Allah SWT.  Dengan perkataan lain suatu keadaan mental hubungan manusia dan alam...

Takhalli, Tahalli, dan Tajalli

Takhalli, Tahalli, dan Tajalli Untuk menyingkap tabir yang membatasi diri dengan Tuhan, ada sistem yang dapat digunakan untuk riyadhah al-nafsiyah.  Karakteristik ini tersusun dalam  tiga tingkat yang dinamakan takhalli , tahalli , dan tajalli .  Takhalli ialah membersihkan diri dari sifat-sifat yang tercela, kotor hati, maksiat lahir dan maksiat batin.  Pembersihan ini dalam rangka, melepaskan diri dari perangai yang tidak baik, yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip agama.  Sifat-sifat tercela ini merupakan pengganggu dan penghalang utama manusia dalam berhubungan dengan Allah. Tahalli merupakan pengisian diri dengan sifat-sifat terpuji, menyinari hati dengan taat lahir dan batin.  Hati yang demikian ini dapat menerima pancaran Nurullah dengan mudah.  Oleh karenanya segala perbuatan dan tindakannya selalu berdasarkan dengan niat yang ikhlas (suci dari riya). Dan amal ibadahnya itu tidak lain kecuali mencari ridha Allah SWT.  Untuk itulah man...

Hubungan Tasawuf dengan Ilmu Kalam, Filsafat, Fikih dan Psikologi Agama

Hubungan Tasawuf dengan Ilmu Kalam, Filsafat, Fikih dan Psikologi Agama Memadukan antara tasawuf, Ilmu Kalam, filsafat, fiqih, dan Ilmu Kalam sebagai satu kesatuan yang tidak boleh dipisahkan merupakan dengan tujuan pemahaman terhadap masalah keagamaan dapat dipahami dan dimengerti secara utuh.  Sehingga hal itu bisa mengimplementasikan makna-makna yang terkandung dalam ajaran tasawuf dan memberikan  penjelasan secara tepat terhadap istilah-istilah yang dapat menimbulkan kesalahpahaman seperti zuhud, hubbuddunya (cinta dunia) dan lain-lainnya serta memberikan interpretasi baru yang sesuai dengan prinsip-prinsip nilai Ilahiyah yang lurus. a. Hubungan Tasawuf dengan Ilmu Kalam  Nama lain dari Ilmu Kalam adalah Ilmu Ushuluddin, Ilmu Tauhid, dan Ilmu Aqidah; di dalamnya dibicarakan tentang persoalan - persoalan kalam Tuhan, dengan diiringi dasar-dasar argumentasi aqliyah dan naqliyah.  Penjelasan materi-materi yang tercakup dalam Ilmu Kalam nampaknya tidak menyentuh dzau...

Rahmat Sebelum Ilmu ( Sebab Pertama)

Rahmat Sebelum Ilmu ( Sebab Pertama) Ilmu Laduni akan diberikan Allah SWT. hanya kepada seorang hamba yang dikehendaki dan dicintai-Nya. Yaitu seorang hamba pilihan, yang sejak zaman azali telah terpilih untuk menjadi orang pilihan-Nya, itu sebagaimana gambaran yang dipersaksikan oleh sebuah ayat dari firman-Nya:  "Bahwasanya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan (yang terdahulu) yang baik dari Kami, mereka itu dijauhkan dari neraka".  QS. al-Anbiya : 101.   Oleh karena orang tersebut sejak zaman azali sudah ditetapkan menjadi orang baik, maka sejak dilahirkan di dunia sampai dengan matinya mereka akan dijauhkan dari api neraka.  Mereka dijauhkan dari sebab-sebab yang dapat menyebabkan masuk neraka, baik ilmu , amal maupun karakter .  Oleh karena aspek ilmu pengetahuan adalah bagian terpenting "yang akan menjadikan manusia menjadi baik atau jelek " maka aspek ilmu inilah yang paling mendapatkan penjagaan dan pemeliharaan dari Allah Ta‘ala....

Memahami Karamah Waliyullah

Memahami Karamah Waliyullah  Allah SWT memiliki para wali ( waliyullah ) yang berasal dari hamba-hamba-Nya yang paling shalih dan ta’at kepada-Nya.  Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai dan selalu mendekatkan diri kepada-Nya, mereka memerintah dan melarang atas dasar perintah dan larangan Allah.  Dengan demikian mereka diberi karamah ( kemuliaan ) oleh Allah Yang Maha Pengasih.  Pemahaman karamah ada yang memandang maksudnya kepada keramat seseorang yakni adanya hal-hal yang luar biasa, ada pula yang memandang sesuai dengan arti lafdzi-nya yaitu mempunyai kemuliaan dari Allah. Sejak zaman dahulu, sebagian orang meyakini adanya hal-hal yang luar biasa pada sebagian orang shalih (para waliyullah ) dan meyakini pula bahwa mereka ini mempunyai kedudukan istimewa di sisi Allah. Keberadaannya yang mendatangkan berkah tersebut karena mereka merupakan panutan umat manusia dan memberi penerangan kepada umat manusia menuju jalan yang diridhai Allah dan rasul-Nya...

Inilah 7 Faktor yang Mempengaruhi Akhlak Seseorang

Faktor yang Mempengaruhi Akhlak Seseorang Menurut Murtadha Muthahhari, ada jenis akhlak yang didasarkan pada ego.Ini merupakan jenis akhlak yang dipengaruhi hawa nafsu.  Pandangan akhlak seperti ini diantaranya dikemukakan oleh Nitsche. Akhlak komunis pun demikian adanya. Yang ideal adalah akhlak yang timbul dari nilai-nilai Ilahiyah dengan kesadaran pribadi mengarah pada ilham taqwa.  Apabila ditinjau dari segi akhlak kejiwaan, seseorang bertindak dan berbuat atas dasar pokok-pokok berikut ini:  1. Insting (gharizah/naluri).  Insting merupakan seperangkat tabi’at yang dibawa manusia sejak lahir.  Para psikolog menjelaskan bahwa insting berfungsi sebagai motivator penggerak yang mendorong lahirnya tingkah laku, misalkan naluri makan, senang dengan lawan jenis (seksual instinct), naluri keibubapakan (cinta orang tua kepada anaknya dan sebaliknya), kesadaran dalam ber-Tuhan, dan naluri mempertahankan diri (berjuangan/combative instinct).  2. Adat kebiasaan....

Membahas Teori Pemikiran Wahdatul Wujud

Membahas Teori Pemikiran Wahdatul Wujud Secara historis, teori wahdatul wujud pada mulanya adalah teori yang disusun Ibnu Arabi . Ia lebih bernuansa sufistik ketimbang filsafat.  Banyak penafsiran telah diberikan tentang teori ini, dari yang sangat ekstrem sampai moderat.  Mungkin yang paling ekstrem adalah Ibnu Sab’in yang menyatakan bahwa hanya Tuhan yang eksis sementara selain Tuhan tak ada yang eksis.  Ada lagi yang ekstrem yang menyatakan bahwa seluruh yang berwujud selain Tuhan hanyalah tajalliyat (manifestasi) dari asma’ dan sifat-sifat tuhan.  Namun Mulla Sadra melihat bahwa Yang Ada Sebagai Yang Ada meskipun Satu, namun ia memiliki intensitas yang membentang dari yang nama Yang Ada.  Sifat Yang Ada-nya Tuhan Mutlak, sementara yang ada lain hanya bersifat Yang Ada Dalam Kemungkinan.  Ia persis seperti matahari dan sinarnya. Matahari tentu berbeda dengan sinarnya. Namun dalam masa yang sama, sinar matahari tiada lain adalah matahari itu sendiri. Y...