View

Random Artikel

JINGGA NEWS || www.jingganews.com

Populer Minggu Ini

Pencerahan Spiritual Dari Perjalanan Tahap Pertama

Pencerahan Spiritual Dari Perjalanan Tahap Pertama Dengan mujahadah dan dzikir yang dilaksanakan oleh seorang salik sebagai pelaksanaan thoriqoh secara istiqomah. Akal (rasio) akan selalu mendapatkan pencerahan dari hati dengan " nur hidayah ", nur hidayah tersebut adalah buah dzikir yang dijalani.  Hasilnya, aktifitas akal yang terkadang suka kebablasan dapat terkendali dengan kekuatan aqidah ( spiritual ) yang benar.  Dengan dzikir itu, seperti meditasi, orang beriman hendaknya mampu mengosongkan irodah dan qudroh basyariyah yang hadits (baru) untuk dihadapkan kepada irodah dan qudroh Allah Ta‘ala yang azaliah.  Maksudnya, obsesi, rencana, dan kemampuan diri untuk mengatur kehidupan kedepan, baik urusan dunia maupun urusan akhirat, saat itu, dengan kekuatan dzikir yang dilaksanakan tersebut, dilepas sementara dari bilik akalnya, kebutuhan hidup tersebut dihadapkan dan diserahkan kepada perancanaan Allah "bagi setiap hamba-Nya " sejak zaman azali serta kepada...

Ciri-Ciri Khusus dan Karakteristik Waliyullah

Ciri-Ciri Khusus dan Karakteristik Waliyullah Berkaitan dengan masalah karamah (kemuliaan) waliyullah ini, Ibnu Athaillah mengungkapkan bahwasanya Allah memuliakan manusia dengan tiga hal, yaitu :  1. Allah menjadikan manusia sebagai ahli dzikir kepada-Nya. Seandainya tidak ada karunia Allah, maka manusia bukan ahli dzikir untuk menjalankan (membiasakan) dzikir kepada-Nya.  2. Allah menjadikan manusia sebagai orang yang dikenal (ma’rifat) dengan sebab dzikirnya itu manakala Allah menyatakan nisbah-Nya kepada orang tersebut.  3. Allah menjadikan manusia sebagai orang yang disebut di sisi-Nya sehingga sempurnalah nikmat-Nya atas orang tersebut. Berkenaan dengan karakteristik waliyullah , Imam al-Syaukani menyebutkan tentang kepribadian waliyullah dari segi tanda-tanda dan ciri-ciri khasnya, yaitu :  1. Do’anya senantiasa maqbul (diterima).  2. Ridha pada ketentuan Allah dalam segala hal.  3. Selalu melaksanakan perintah-perintah Allah dan menjauhi segal...

Kaitan antara Tasawuf dan Tarekat

Kaitan antara Tasawuf dan Tarekat Tarekat adalah jalan atau petunjuk dalam melaksanakan suatu ibadah sesuai dengan ajaran yang dicontohkan oleh Nabi dan sahabatnya. Guru tarekat disebut mursyid atau syaikh, wakilnya disebut khalifah, dan pengikutnya disebut murid, Tempatnya dikenal dengan ribath/zawiyah/taqiyah.  Tarekat juga berarti organisasi yang mempunyai syaikh, upacara ritual dan dzikir tertentu. Pada dasarnya tarekat merupakan bagian dari tasawuf, karena tujuan dzikir adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT dan pada akhirnya merupakan penyucian jiwa (tazkiyatunnafs).  Penyucian jiwa adalah inti dari kandungan tasawuf. Kajian tasawuf tidak dapat dipisahkan dengan praktek ‘ubudiyah dan mu’amalah dalam tarekat.  Walaupun kegiatan tarekat sebagai sebuah institusi lahir sebagai pendekatan terhadap Allah SWT yang telah diberikan oleh Rasul-Nya (Nabi Muhammad SAW), antara lain dengan ber-tahannus di Gua Hiro, qiyamullail, dzikir, dan sebagainya.  Untuk kemudian dite...

Manfaat Ilmu Tasawuf dalam Kehidupan

Manfaat Ilmu Tasawuf dalam Kehidupan Menurut Hussein Nashr sebagaimana dikutip oleh Abuddin Nata, bahwa paham sufisme mulai mendapat tempat di kalangan masyarakat (termasuk masyarakat Barat), karena mereka merasakan kekeringan batin. Mereka mulai mencari-cari di mana sufisme yang dapat menjawab sejumlah masalah tersebut.  Perlunya tasawuf dimasyarakatkan dalam pandangan Komaruddin Hidayat terdapat tiga tujuan. Pertama , turut serta terlibat dalam berbagai peran dalam menyelamatkan kemanusiaan dari kondisi kebingungan akibat hilangnya nilai-nilai spiritual.  Kedua , mengenalkan literatur atau pemahaman tentang aspek esoteris (kebatinan) Islam, baik terhadap masyarakat Islam yang mulai melupakannya maupun di kalangan masyarakat non-Islam.  Ketiga , untuk memberikan penegasan kembali bahwa sesungguhnya aspek esoteris Islam, yakni sufisme adalah jantung ajaran Islam, sehingga bila wilayah ini kering dan tidak berdenyut, maka keringlah aspek-aspek lain dalam ajaran Islam....

Hakikat Ilmu Laduni

Hakikat Ilmu Laduni Yang dimaksud Ilmu Laduni adalah "‘ Ilmu Laddunniyyah Robbaniyyah . Ilmu pemberian atau warisan langsung dari pewarisnya yang terlebih dahulu telah mendapatkan warisan dari para pendahulunya, yaitu para Nabi, ash-Shiddiq, asy Syuhada‘ ash-Sholihin Ilmu tersebut diwariskan hanya semata-mata atas kehendak atau urusan ketuhanan. Ilmu Laduni itu terbit dari sumbernya, yaitu hati sanubari orang-orang beriman yang telah lama mengadakan pencarian dengan bersungguh-sungguh.  Berupa Ilham spontan yang memancar dari dalam hati kemudian terpancarkan lagi keluar dalam bentuk perilaku, baik ucapan maupun perbuatan melalui akal dan fikiran. Ilham spontan itu hanya akan terbesit dari hati seorang hamba yang sedang rindu dan menunggu titah Allah, berupa pemahaman konkrit dan logis juga alasan-alasan kuat yang reasonable serta dapat diterima akal sehat.  Bahkan Ilmu Laduni itu terkadang berupa penemuan-penemuan ilmiah yang dinamis dan aplikatif. Allah mengabarkan keberad...

Ilmu Akhlak pada Agama Islam

Ilmu Akhlak pada Agama Islam Akhlak adalah bagian dari syari’at Islam. Bagian dari perintah - perintah Allah dan larangan - larangan-Nya.  Akhlak harus ada serta nampak pada diri setiap muslim, agar sempurna seluruh amal perbuatannya dengan Islam, dan sempurna pula dalam melaksanakan perintah-perintah Allah.  Agama Islam juga mengandung jalan hidup manusia yang paling sempurna dan memuat ajaran yang menuntun umat kepada kebahagiaan dan kesejahteraan.  Semua ini terkandung dalam ajaran Al-Qur’an yang diturunkan Allah dan ajaran sunnah yang didatangkan dari Nabi muhammad SAW.  Islam memiliki tokoh-tokoh yang sangat berpengaruh dalam perkembangan Ilmu Akhlak. Tokoh-tokoh ini tidak lain adalah Nabi - nabi yang tercatat dan diabadikan dalam kitab suciAl-Qur’an.  1. Nabi Ibrahim AS Nabi Ibrahim AS mempunyai sebutan sebagai Ayahnya semua nabi dan rasul, yang membawa dan menyebarkan ajaran tauhid kepada umat manusia. Ia adalah orang yang berani menanggung resiko dalam m...

Nur Muhammadiyyah ( Contoh Pertama Ilmu Laduni )

Nur Muhammadiyyah ( Contoh Pertama Ilmu Laduni ) Berkaitan urusan pribadi yang terjadi pada diri Rasul Muhammad saw., suatu saat Allah Ta‘ala berfirman kepadanya:  " Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipudayakan". (QS. an-Nahl : 127) Ibnu Zaid berkata: " Ayat ini adalah menghapus ayat-ayat perang". S edangkan Ulama‘ Jumhur berpendapat: "Itu adalah pelaksanaan ilmu hikmah".  Artinya sabarlah terhadap kesalahan mereka dengan memberi pengampunan. Artinya, jangan kejahatan dibalas dengan kejahatan" . (Tafsir Qurthubi)   Maksudnya, tidak bersedih dan tidak sempit dada terhadap kejahatan orang-orang yang belum mau beriman adalah bukan sesuatu yang dapat dimengerti secara teori rasional ilmiah saja, tapi juga yang dirasakan di dalam hati, itulah yang dimaksud sabar .  Orang sudah mengetahui dan...

Jimat Kebal Pejuang Kemerdekaan Indonesia 1945-1949

Kisah Orang-Orang Kebal Pejuang Kemerdekaan Indonesia 1945-1949 Tidak hanya pahlawan nasional dengan pangkat berjejeran, Anda harus tahu jika pejuang kemerdekaan Indonesia saat itu termasuk orang-orang kebal. Mereka punya peran yang tak kalah penting dengan pejuang republik, sama-sama mengangkat senjata untuk mengusir penjajah kolonial Belanda tahun 1945-1949. Menurut sejumlah pemberitaan, orang-orang tak tembus peluru ini juga pernah menempati kedudukan mentereng dalam organisasi kerakyatan. Sebagian dari mereka ada yang menjabat jadi ketua perkumpulan rakyat dan mendirikan laskar bersenjata. Bagi orang-orang kebal perang adalah hal yang biasa. Setiap hari mereka bekerja melibatkan resiko, pilihannya hanya dua, yakni hidup atau mati. Kebiasaan hidup penuh resiko itu membuat mereka maju di baris depan tatkala Belanda melakukan agresi militer di Indonesia. Seluruh ilmu kekebalan (anti peluru) mereka pakai menghadang pasukan Belanda. Jangankan timah panas yang keluar hanya dari sepucuk s...

Memahami Konsep Ittihad Abu Yazid al-Busthomi

Ittihad Ittihad. Ittihad berasal dari kata ittahada-yattahidu-ittihaad yang berarti penyatuan atau kebersatuan. Dalam hal ini maksudnya tingkatan tasawuf seorang sufi yang telah merasa dirinya bersatu dengan Tuhan. Ittihad merupakan suatu tingkatan antara yang mencintai dan yang dicintai telah menjadi satu. Untuk kemudian salah satu dari keduanya dapat memanggil kepada yang lainnya, misalnya dengan perkataan, “ hai aku ”. Ittihad merupakan lanjutan yang dialami seorang sufi setelah melalui tahapan fana dan baqa.  Dalam tahapan ittihad , seorang sufi bersatu dengan Tuhan, antara yang mencintai dan yang dicintai menyatu; baik substansi maupun perbuatannya. Ketika terjadi ittihad yang dilihat hanya satu wujud, sungguh pun sebenarnya ada dua wujud yang berpisah satu dengan yang lainnya. Karena yang dilihat dan dirasakan hanya satu wujud, dalam ittihad bisa terjadi pertukaran antara yang dicintai dan yang mencintai (Tuhan dan sufi).  Dalam keadaan demikian sufi berbicara atas...

Takhalli, Tahalli, dan Tajalli

Takhalli, Tahalli, dan Tajalli Untuk menyingkap tabir yang membatasi diri dengan Tuhan, ada sistem yang dapat digunakan untuk riyadhah al-nafsiyah.  Karakteristik ini tersusun dalam  tiga tingkat yang dinamakan takhalli , tahalli , dan tajalli .  Takhalli ialah membersihkan diri dari sifat-sifat yang tercela, kotor hati, maksiat lahir dan maksiat batin.  Pembersihan ini dalam rangka, melepaskan diri dari perangai yang tidak baik, yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip agama.  Sifat-sifat tercela ini merupakan pengganggu dan penghalang utama manusia dalam berhubungan dengan Allah. Tahalli merupakan pengisian diri dengan sifat-sifat terpuji, menyinari hati dengan taat lahir dan batin.  Hati yang demikian ini dapat menerima pancaran Nurullah dengan mudah.  Oleh karenanya segala perbuatan dan tindakannya selalu berdasarkan dengan niat yang ikhlas (suci dari riya). Dan amal ibadahnya itu tidak lain kecuali mencari ridha Allah SWT.  Untuk itulah man...