View

Random Artikel

JINGGA NEWS || www.jingganews.com

Populer Minggu Ini

Hikmah Perjalanan Tahap Kedua Nabi Musa as. dan Nabi Khidhir as.

Hikmah Perjalanan Tahap Kedua Nabi Musa as. dan Nabi Khidhir as. Perjalanan tahap kedua adalah usaha seorang murid untuk membangun komitmen (mubaya‘ah) kepada guru mursyidnya .  Seorang murid harus mampu melaksanakan apa-apa yang sudah disepakati dengan guru mursyidnya , itu sebagai hal yang wajib dikerjakan berkaitan dengan janji ( bai‘at ) yang sudah dilaksanakan.  Pelaksanaan bai‘at seperti itu juga dilaksanakan Rasulullah saw. terhadap para sahabat sebagai janji setia untuk bersedia mengikuti beliau:  "Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar'. (QS. al-Fath : 10). Janji seorang murid di hadapan guru mursyidnya hanyalah pelaksanaan syari‘at secara lahir sedangkan secara hak...

Memahami Konsep Fana dan Baqa Dalam Ilmu Tasawuf

Fana dan Baqa Fana dan Baqa . Dalam kajian tasawuf antara fana dan baqa tidak bisa dipisahkan. Hal ini dikarenakan baqa merupakan sisi lain yang terikat dari fana. Bahkan dalam Sayyid Mahmud Abul Faidh al-Manufi al Husaini menggabungkan tema kajian fana dan baqa (pada satu judul) dalam karyanya Jamharotul Awliya.  Fana diambil dari kata faniya (fana)-yafna-fana ’, secara bahasa berarti menjadi lenyap, hilang, dan tak kekal. Dalam sumber lain berasal dari kata fana-yafni- fana ’ yang mengandung makna hilang hancur. Sedangkan baqa berasal dari kata baqiya-yabqa- baqa ’ yang berarti dawam atau terus menerus, tidak lenyap dan tidak hancur. Fana dalam istilah Ilmu Tasawuf  adalah suatu tingkatan pengalaman spiritual sufi yang tertinggi menjelang ke tingkat ittihad , yakni hilangnya kesadaran tentang dirinya dari seluruh makhluk dan hanya ditujukan kepada Allah semata, serta yang ada hanya Allah SWT.  Dengan perkataan lain suatu keadaan mental hubungan manusia dan alam...

Ilmu Akhlak pada Agama Islam

Ilmu Akhlak pada Agama Islam Akhlak adalah bagian dari syari’at Islam. Bagian dari perintah - perintah Allah dan larangan - larangan-Nya.  Akhlak harus ada serta nampak pada diri setiap muslim, agar sempurna seluruh amal perbuatannya dengan Islam, dan sempurna pula dalam melaksanakan perintah-perintah Allah.  Agama Islam juga mengandung jalan hidup manusia yang paling sempurna dan memuat ajaran yang menuntun umat kepada kebahagiaan dan kesejahteraan.  Semua ini terkandung dalam ajaran Al-Qur’an yang diturunkan Allah dan ajaran sunnah yang didatangkan dari Nabi muhammad SAW.  Islam memiliki tokoh-tokoh yang sangat berpengaruh dalam perkembangan Ilmu Akhlak. Tokoh-tokoh ini tidak lain adalah Nabi - nabi yang tercatat dan diabadikan dalam kitab suciAl-Qur’an.  1. Nabi Ibrahim AS Nabi Ibrahim AS mempunyai sebutan sebagai Ayahnya semua nabi dan rasul, yang membawa dan menyebarkan ajaran tauhid kepada umat manusia. Ia adalah orang yang berani menanggung resiko dalam m...

Jimat Kebal Pejuang Kemerdekaan Indonesia 1945-1949

Kisah Orang-Orang Kebal Pejuang Kemerdekaan Indonesia 1945-1949 Tidak hanya pahlawan nasional dengan pangkat berjejeran, Anda harus tahu jika pejuang kemerdekaan Indonesia saat itu termasuk orang-orang kebal. Mereka punya peran yang tak kalah penting dengan pejuang republik, sama-sama mengangkat senjata untuk mengusir penjajah kolonial Belanda tahun 1945-1949. Menurut sejumlah pemberitaan, orang-orang tak tembus peluru ini juga pernah menempati kedudukan mentereng dalam organisasi kerakyatan. Sebagian dari mereka ada yang menjabat jadi ketua perkumpulan rakyat dan mendirikan laskar bersenjata. Bagi orang-orang kebal perang adalah hal yang biasa. Setiap hari mereka bekerja melibatkan resiko, pilihannya hanya dua, yakni hidup atau mati. Kebiasaan hidup penuh resiko itu membuat mereka maju di baris depan tatkala Belanda melakukan agresi militer di Indonesia. Seluruh ilmu kekebalan (anti peluru) mereka pakai menghadang pasukan Belanda. Jangankan timah panas yang keluar hanya dari sepucuk s...

Tentang Insan Kamil

Insan Kamil Insan Kamil . Insan Kamil berasal dari gabungan dua kata bahasa Arab, insan dan kamil . Insan berarti manusia, kamil berarti sempurna. Jadi secara bahasa insan kamil mengandung makna manusia sempurna ( Perfect Man ), yakni manusia yang dekat (qarib dengan Allah) dan terbina potensi ruhaniahnya sehingga dapat berfungsi secara optimal.  Inilah manusia seutuhnya yang mempunyai ketinggian derajat di hadapan Tuhannya, sehingga mencapai tingkat kesempurnaan tauhid dan akhlak mulia.  Manusia sempurna ( insan kamil ) menurut Abdul Karim al-Jilli (wafat 1428 M.) sebagaimana dikutip oleh A. Mustofa, adalah manusia cerminan Tuhan atau manusia kopi Tuhan.  Dengan kata lain manusia yang sudah mengenal eksistensi dirinya sendiri dan memiliki sifat-sifat yang mulia. Secara umum dalam ajaran tasawuf yang dimaksud insan kamil adalah manusia yang telah memiliki dalam dirinya Nur Muhammad yang disebut dengan Al-Haqiqatul Muhammadiyyah .  Dalam pandangan Ibnu ’Arabi ...

Rahmat Sebelum Ilmu ( Sebab Pertama)

Rahmat Sebelum Ilmu ( Sebab Pertama) Ilmu Laduni akan diberikan Allah SWT. hanya kepada seorang hamba yang dikehendaki dan dicintai-Nya. Yaitu seorang hamba pilihan, yang sejak zaman azali telah terpilih untuk menjadi orang pilihan-Nya, itu sebagaimana gambaran yang dipersaksikan oleh sebuah ayat dari firman-Nya:  "Bahwasanya orang-orang yang telah ada untuk mereka ketetapan (yang terdahulu) yang baik dari Kami, mereka itu dijauhkan dari neraka".  QS. al-Anbiya : 101.   Oleh karena orang tersebut sejak zaman azali sudah ditetapkan menjadi orang baik, maka sejak dilahirkan di dunia sampai dengan matinya mereka akan dijauhkan dari api neraka.  Mereka dijauhkan dari sebab-sebab yang dapat menyebabkan masuk neraka, baik ilmu , amal maupun karakter .  Oleh karena aspek ilmu pengetahuan adalah bagian terpenting "yang akan menjadikan manusia menjadi baik atau jelek " maka aspek ilmu inilah yang paling mendapatkan penjagaan dan pemeliharaan dari Allah Ta‘ala....

Inilah 7 Faktor yang Mempengaruhi Akhlak Seseorang

Faktor yang Mempengaruhi Akhlak Seseorang Menurut Murtadha Muthahhari, ada jenis akhlak yang didasarkan pada ego.Ini merupakan jenis akhlak yang dipengaruhi hawa nafsu.  Pandangan akhlak seperti ini diantaranya dikemukakan oleh Nitsche. Akhlak komunis pun demikian adanya. Yang ideal adalah akhlak yang timbul dari nilai-nilai Ilahiyah dengan kesadaran pribadi mengarah pada ilham taqwa.  Apabila ditinjau dari segi akhlak kejiwaan, seseorang bertindak dan berbuat atas dasar pokok-pokok berikut ini:  1. Insting (gharizah/naluri).  Insting merupakan seperangkat tabi’at yang dibawa manusia sejak lahir.  Para psikolog menjelaskan bahwa insting berfungsi sebagai motivator penggerak yang mendorong lahirnya tingkah laku, misalkan naluri makan, senang dengan lawan jenis (seksual instinct), naluri keibubapakan (cinta orang tua kepada anaknya dan sebaliknya), kesadaran dalam ber-Tuhan, dan naluri mempertahankan diri (berjuangan/combative instinct).  2. Adat kebiasaan....

Ilmu Laduni Adalah Buah Cinta Yang Hakiki

Ilmu Laduni Adalah Buah Cinta Yang Hakiki  Firman Allah Ta‘ala:  "Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang telah mengajarkan Al-Qur'an, Dia menciptakan manusia* Mengajarinya Al-Bayan ". (QS. ar-Rahman : 1-4).  Untuk menafsirkan ayat-ayat di atas ( surat ar Rahman : 1-4 ), marilah kita menggunakan bahasa secara tafsiriyah , yakni cara menafsirkan ayat-ayat al-Qur‘an yang banyak digunakan oleh para Ulama ahli tafsir terdahulu.   Surat ini dibuka dengan lafad " Ar-Rahman ". Artinya : Tuhan yang Maha Pemurah.  Ar-Rahman adalah salah satu nama Allah SWT. dari nama-Nya yang sembilan puluh sembilan.  Nama tersebut adalah satu-satunya nama yang tidak diberikan juga kepada siapapun dari makhluk-Nya.  Tidak seperti nama-nama-Nya yang lain, Ar-Rahim misalnya, ar-Rahim adalah nama-Nya yang juga diberikan-Nya sebagai nama Rasulullah SAW. Allah menyatakan hal itu dengan firman-Nya :  "Amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mu‘min ". (QS. at-Taubah ...

Dasar-dasar Akhlak Islami

Dasar-dasar Akhlak Islami Eksistensi manusia sebagai makhluk, tentu harus berhadapan pula dengan realitas lain yaitu Sang Khalik (yang menciptakan manusia).  Dasar-dasar Akhlak Islami Memahami manusia dari apa yang dihasilkannya membawa konsekuensi untuk memahami struktur kehidupannya dalam suatu sistem kebudayaan, sebagai suatu usaha memahami seluruh kegiatan manusia dalam kesatuan yang organis. Mustafa Zahri menukil pendapat Imam Ghazali bahwa tujuan perbaikan akhlak itu ialah dalam rangka membersihkan kalbu dari kotoran-kotoran hawa nafsu dan amarah sehingga hati menjadi suci bersih, bagaikan cermin yang dapat menerima Nur Cahaya Tuhan.  Urgensi akhlakul karimah merupakan hal yang sangat berguna dalam mengarahkan dan mewarnai berbagai aktivitas kehidupan manusia di segala bidang.  Seseorang yang memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi yang maju disertai dengan akhlak yang mulia, niscaya ilmu pengetahuan dan teknologi modern yang dimilikinya itu akan dimanfaatkan sebaik...

Takhalli, Tahalli, dan Tajalli

Takhalli, Tahalli, dan Tajalli Untuk menyingkap tabir yang membatasi diri dengan Tuhan, ada sistem yang dapat digunakan untuk riyadhah al-nafsiyah.  Karakteristik ini tersusun dalam  tiga tingkat yang dinamakan takhalli , tahalli , dan tajalli .  Takhalli ialah membersihkan diri dari sifat-sifat yang tercela, kotor hati, maksiat lahir dan maksiat batin.  Pembersihan ini dalam rangka, melepaskan diri dari perangai yang tidak baik, yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip agama.  Sifat-sifat tercela ini merupakan pengganggu dan penghalang utama manusia dalam berhubungan dengan Allah. Tahalli merupakan pengisian diri dengan sifat-sifat terpuji, menyinari hati dengan taat lahir dan batin.  Hati yang demikian ini dapat menerima pancaran Nurullah dengan mudah.  Oleh karenanya segala perbuatan dan tindakannya selalu berdasarkan dengan niat yang ikhlas (suci dari riya). Dan amal ibadahnya itu tidak lain kecuali mencari ridha Allah SWT.  Untuk itulah man...