Maaf Level Kami Bukan Anda Lagi

Maaf Level Kami Bukan Anda Lagi

Tolak wacana pertandingan uji coba FIFA MATCH DAY Timnas Indonesia melawan Malaysia. Penolakan ini didasari oleh beberapa alasan, di antaranya:

1. Balasan atas Keangkuhan Malaysia di Masa Lalu:

Pada awal tahun 2023, Ketua Kompetisi Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM), Mohd Firdaus Mohamed, mengeluarkan pernyataan yang dianggap merendahkan Timnas Indonesia. Dia mengatakan bahwa Thailand dan Vietnam lebih pantas diundang ke Piala Merdeka 2023 karena dianggap memiliki kualitas dan standar permainan di level Asia, tidak seperti Timnas Indonesia.

Pernyataan ini memicu rasa sakit hati di kalangan masyarakat Indonesia. Apalagi saat itu ranking FIFA Malaysia masih di atas Timnas Indonesia.

2. Fokus Timnas Indonesia:

Saat ini, Timnas Indonesia sedang fokus mempersiapkan diri untuk lolos ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia. Pertandingan melawan Malaysia dianggap tidak sejalan dengan fokus utama tim.

3. Lawan yang Lebih Berat Menanti:

Timnas Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi satu-satunya wakil Asia Tenggara yang lolos ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026. Di babak ini, lawan yang jauh lebih berat akan menanti, seperti Jepang, Korea Selatan, dan Australia.

4. Momen yang Tepat Belum Tiba:

Di tengah kesibukan Timnas Indonesia untuk mengejar mimpi di Piala Dunia, pertandingan melawan Malaysia dirasa tidak tepat waktunya.

5. Dukungan Masyarakat untuk Fokus Garuda:

Masyarakat Indonesia lebih mendukung agar Timnas Indonesia fokus pada lawan-lawan yang lebih kuat dan memiliki peluang untuk membawa Timnas Indonesia ke level yang lebih tinggi.

Meskipun demikian, Presiden Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM), Datuk Hamidin Mohd Amin, tetap ingin menggelar laga uji coba antara kedua tim. Dia mengatakan bahwa pertandingan ini bisa menjadi ajang pemanasan yang baik untuk timnas Malaysia.

Namun, tampaknya wacana ini akan sulit terwujud karena penolakan yang kuat dari masyarakat Indonesia.

Maaf level kami bukan Anda lagi,” tulis akun @dimasadtyapryga79_.

Kalahin dulu tuh Nguyen (Vietnam), baru lawan King Indo,” kata akun @agielmf_.

Masih inget dulu ketika Indonesia ngajak uji coba, tapi responsnya ‘sudah enggak zaman uji coba dengan negara yang rankingnya di bawah Malaysia’,” tutup akun @3yna4_.

Komentar

< Newer | Older >

View

Random Artikel

JINGGA NEWS || www.jingganews.com

Populer Minggu Ini

Memahami Konsep Fana dan Baqa Dalam Ilmu Tasawuf

Fana dan Baqa Fana dan Baqa . Dalam kajian tasawuf antara fana dan baqa tidak bisa dipisahkan. Hal ini dikarenakan baqa merupakan sisi lain yang terikat dari fana. Bahkan dalam Sayyid Mahmud Abul Faidh al-Manufi al Husaini menggabungkan tema kajian fana dan baqa (pada satu judul) dalam karyanya Jamharotul Awliya.  Fana diambil dari kata faniya (fana)-yafna-fana ’, secara bahasa berarti menjadi lenyap, hilang, dan tak kekal. Dalam sumber lain berasal dari kata fana-yafni- fana ’ yang mengandung makna hilang hancur. Sedangkan baqa berasal dari kata baqiya-yabqa- baqa ’ yang berarti dawam atau terus menerus, tidak lenyap dan tidak hancur. Fana dalam istilah Ilmu Tasawuf  adalah suatu tingkatan pengalaman spiritual sufi yang tertinggi menjelang ke tingkat ittihad , yakni hilangnya kesadaran tentang dirinya dari seluruh makhluk dan hanya ditujukan kepada Allah semata, serta yang ada hanya Allah SWT.  Dengan perkataan lain suatu keadaan mental hubungan manusia dan alam...

Takhalli, Tahalli, dan Tajalli

Takhalli, Tahalli, dan Tajalli Untuk menyingkap tabir yang membatasi diri dengan Tuhan, ada sistem yang dapat digunakan untuk riyadhah al-nafsiyah.  Karakteristik ini tersusun dalam  tiga tingkat yang dinamakan takhalli , tahalli , dan tajalli .  Takhalli ialah membersihkan diri dari sifat-sifat yang tercela, kotor hati, maksiat lahir dan maksiat batin.  Pembersihan ini dalam rangka, melepaskan diri dari perangai yang tidak baik, yang tidak sesuai dengan prinsip-prinsip agama.  Sifat-sifat tercela ini merupakan pengganggu dan penghalang utama manusia dalam berhubungan dengan Allah. Tahalli merupakan pengisian diri dengan sifat-sifat terpuji, menyinari hati dengan taat lahir dan batin.  Hati yang demikian ini dapat menerima pancaran Nurullah dengan mudah.  Oleh karenanya segala perbuatan dan tindakannya selalu berdasarkan dengan niat yang ikhlas (suci dari riya). Dan amal ibadahnya itu tidak lain kecuali mencari ridha Allah SWT.  Untuk itulah man...