Filosof Adalah Wong Gendeng

Filosof Adalah Wong Gendeng

Pada masanya, orang-orang yang kamu anggap cerdas sekarang itu terkadang oleh masyarakat dizamannya dianggap manusia-manusia gak becus. 

Banyak Filosof yang tulisan dan fikirannya kamu kenal sekarang itu, ternyata dahulunya, dimasa hidupnya dianggap sampah oleh masyarakatnya. 

Hidupnya dianggap gak becus karena hari-harinya dihabiskan dengan klontang-klantung tidak jelas, hanya bawa-bawa pena dan buku, juga melupakan kerja. 

Hidupnya menggelandang, gak pernah taat dan berbaur dengan masyarakatnya juga gak taat pada aturan agama dan negaranaya. 

Disuruh Nyembah  Pohon Pisang, Filosof Bilang Pohon Pisang cuma makananku. Disuruh sujud pada rajanya filosof bilang raja sama seperti saya. 

Disuruh gabung ama masyarakatnya guna mengikuti festival kelahiran dewa pisang , Filsof bilang, kamu lebay...!

Kata-kata nyeletuk dari Filosof kepada kebisaan rakyat, agama dan pemerintahannya pada masa itu dianggap menyalahi pakem.bahkan ia dijuluki "Wong Gendeng". 

Memang dalam pandangan kita saat ini filosof itu benar, tapi dalam pandangan manusia-manusia tempo dulu dimana kebanyakan tingkat pemikirannya masih cetek, tentu si Filosof itu yang salah. 

Bahwa ; Apabila kekasihmu seorang Filosof, maka namamu akan abadi, selama karyanya terus dibaca orang.

Komentar

< Newer |

View

Random Artikel

JINGGA NEWS || www.jingganews.com

Populer Minggu Ini

Hikmah Perjalanan Tahap Kedua Nabi Musa as. dan Nabi Khidhir as.

Hikmah Perjalanan Tahap Kedua Nabi Musa as. dan Nabi Khidhir as. Perjalanan tahap kedua adalah usaha seorang murid untuk membangun komitmen (mubaya‘ah) kepada guru mursyidnya .  Seorang murid harus mampu melaksanakan apa-apa yang sudah disepakati dengan guru mursyidnya , itu sebagai hal yang wajib dikerjakan berkaitan dengan janji ( bai‘at ) yang sudah dilaksanakan.  Pelaksanaan bai‘at seperti itu juga dilaksanakan Rasulullah saw. terhadap para sahabat sebagai janji setia untuk bersedia mengikuti beliau:  "Bahwasanya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia melanggar janji itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar'. (QS. al-Fath : 10). Janji seorang murid di hadapan guru mursyidnya hanyalah pelaksanaan syari‘at secara lahir sedangkan secara hak...

Inilah 7 Faktor yang Mempengaruhi Akhlak Seseorang

Faktor yang Mempengaruhi Akhlak Seseorang Menurut Murtadha Muthahhari, ada jenis akhlak yang didasarkan pada ego.Ini merupakan jenis akhlak yang dipengaruhi hawa nafsu.  Pandangan akhlak seperti ini diantaranya dikemukakan oleh Nitsche. Akhlak komunis pun demikian adanya. Yang ideal adalah akhlak yang timbul dari nilai-nilai Ilahiyah dengan kesadaran pribadi mengarah pada ilham taqwa.  Apabila ditinjau dari segi akhlak kejiwaan, seseorang bertindak dan berbuat atas dasar pokok-pokok berikut ini:  1. Insting (gharizah/naluri).  Insting merupakan seperangkat tabi’at yang dibawa manusia sejak lahir.  Para psikolog menjelaskan bahwa insting berfungsi sebagai motivator penggerak yang mendorong lahirnya tingkah laku, misalkan naluri makan, senang dengan lawan jenis (seksual instinct), naluri keibubapakan (cinta orang tua kepada anaknya dan sebaliknya), kesadaran dalam ber-Tuhan, dan naluri mempertahankan diri (berjuangan/combative instinct).  2. Adat kebiasaan....

Ilmu Laduni Adalah Buah Cinta Yang Hakiki

Ilmu Laduni Adalah Buah Cinta Yang Hakiki  Firman Allah Ta‘ala:  "Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang telah mengajarkan Al-Qur'an, Dia menciptakan manusia* Mengajarinya Al-Bayan ". (QS. ar-Rahman : 1-4).  Untuk menafsirkan ayat-ayat di atas ( surat ar Rahman : 1-4 ), marilah kita menggunakan bahasa secara tafsiriyah , yakni cara menafsirkan ayat-ayat al-Qur‘an yang banyak digunakan oleh para Ulama ahli tafsir terdahulu.   Surat ini dibuka dengan lafad " Ar-Rahman ". Artinya : Tuhan yang Maha Pemurah.  Ar-Rahman adalah salah satu nama Allah SWT. dari nama-Nya yang sembilan puluh sembilan.  Nama tersebut adalah satu-satunya nama yang tidak diberikan juga kepada siapapun dari makhluk-Nya.  Tidak seperti nama-nama-Nya yang lain, Ar-Rahim misalnya, ar-Rahim adalah nama-Nya yang juga diberikan-Nya sebagai nama Rasulullah SAW. Allah menyatakan hal itu dengan firman-Nya :  "Amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mu‘min ". (QS. at-Taubah ...

Memahami Konsep Fana dan Baqa Dalam Ilmu Tasawuf

Fana dan Baqa Fana dan Baqa . Dalam kajian tasawuf antara fana dan baqa tidak bisa dipisahkan. Hal ini dikarenakan baqa merupakan sisi lain yang terikat dari fana. Bahkan dalam Sayyid Mahmud Abul Faidh al-Manufi al Husaini menggabungkan tema kajian fana dan baqa (pada satu judul) dalam karyanya Jamharotul Awliya.  Fana diambil dari kata faniya (fana)-yafna-fana ’, secara bahasa berarti menjadi lenyap, hilang, dan tak kekal. Dalam sumber lain berasal dari kata fana-yafni- fana ’ yang mengandung makna hilang hancur. Sedangkan baqa berasal dari kata baqiya-yabqa- baqa ’ yang berarti dawam atau terus menerus, tidak lenyap dan tidak hancur. Fana dalam istilah Ilmu Tasawuf  adalah suatu tingkatan pengalaman spiritual sufi yang tertinggi menjelang ke tingkat ittihad , yakni hilangnya kesadaran tentang dirinya dari seluruh makhluk dan hanya ditujukan kepada Allah semata, serta yang ada hanya Allah SWT.  Dengan perkataan lain suatu keadaan mental hubungan manusia dan alam...

Memahami Konsep Muroqobah dan Tingkatannya

Muroqobah Muroqobah. Muroqobah dalam makna harfiah berarti awas mengawasi atau saling mengawasi (dalam Ilmu Shorof dalam kategori bina musyarokah).  Secara bahasa muroqobah mengandung makna  senantiasa mengamat - amati tujuan atau menantikan sesuatu dengan penuh perhatian (mawas diri).  Sedangkan menurut terminologi berarti melestarikan pengamatan kepada Allah SWT dengan hatinya dalam arti terus menerus kesadaran seorang hamba atas pengawasan Allah SWT terhadap semua keadaannya.  Sehingga manusia mengamati pekerjaan dan hukum - hukum-Nya dengan penuh perasaan kepada Allah SWT. Dalam pandangan Imam al-Qusyairy, muroqobah ialah: “ keadaan/kesadaran seseorang meyakini sepenuh hati bahwa Allah selalu melihat dan mengawasi kita. Tuhan mengetahui seluruh gerak-gerik kita dan bahkan segala yang terlintas dalam hati diketahui Allah .” Artinya, muroqobah ialah keadaan hamba tahu dan sadar dengan sepenuh hati bahwa Tuhan selalu melihatnya. Muroqobah merupakan ilmu untuk meliha...

Kaitan antara Tasawuf dan Tarekat

Kaitan antara Tasawuf dan Tarekat Tarekat adalah jalan atau petunjuk dalam melaksanakan suatu ibadah sesuai dengan ajaran yang dicontohkan oleh Nabi dan sahabatnya. Guru tarekat disebut mursyid atau syaikh, wakilnya disebut khalifah, dan pengikutnya disebut murid, Tempatnya dikenal dengan ribath/zawiyah/taqiyah.  Tarekat juga berarti organisasi yang mempunyai syaikh, upacara ritual dan dzikir tertentu. Pada dasarnya tarekat merupakan bagian dari tasawuf, karena tujuan dzikir adalah mendekatkan diri kepada Allah SWT dan pada akhirnya merupakan penyucian jiwa (tazkiyatunnafs).  Penyucian jiwa adalah inti dari kandungan tasawuf. Kajian tasawuf tidak dapat dipisahkan dengan praktek ‘ubudiyah dan mu’amalah dalam tarekat.  Walaupun kegiatan tarekat sebagai sebuah institusi lahir sebagai pendekatan terhadap Allah SWT yang telah diberikan oleh Rasul-Nya (Nabi Muhammad SAW), antara lain dengan ber-tahannus di Gua Hiro, qiyamullail, dzikir, dan sebagainya.  Untuk kemudian dite...

Manfaat Ilmu Tasawuf dalam Kehidupan

Manfaat Ilmu Tasawuf dalam Kehidupan Menurut Hussein Nashr sebagaimana dikutip oleh Abuddin Nata, bahwa paham sufisme mulai mendapat tempat di kalangan masyarakat (termasuk masyarakat Barat), karena mereka merasakan kekeringan batin. Mereka mulai mencari-cari di mana sufisme yang dapat menjawab sejumlah masalah tersebut.  Perlunya tasawuf dimasyarakatkan dalam pandangan Komaruddin Hidayat terdapat tiga tujuan. Pertama , turut serta terlibat dalam berbagai peran dalam menyelamatkan kemanusiaan dari kondisi kebingungan akibat hilangnya nilai-nilai spiritual.  Kedua , mengenalkan literatur atau pemahaman tentang aspek esoteris (kebatinan) Islam, baik terhadap masyarakat Islam yang mulai melupakannya maupun di kalangan masyarakat non-Islam.  Ketiga , untuk memberikan penegasan kembali bahwa sesungguhnya aspek esoteris Islam, yakni sufisme adalah jantung ajaran Islam, sehingga bila wilayah ini kering dan tidak berdenyut, maka keringlah aspek-aspek lain dalam ajaran Islam....

Syari'at ( Ajaran - Ajaran Dalam Tasawuf )

Syari'at ( Ajaran - Ajaran Dalam Tasawuf ) Syari’at, Thariqat, Hakikat, dan Ma’rifat Untuk mencapai derajat kemuliaan menjadi kekasih Allah (waliyullah), dalam dunia sufi dikenal istilah taraqi, yaitu jalan yang ditempuh dalam melaksanakan suatu ibadat. Taraqi merupakan pendakian menuju Tuhan melalui proses riyadhah, atau proses berlatih diri untuk bisa mengenal dan akrab dengan Allah.  Jalur ini ibarat jalan terjal yang mendaki penuh kerikil tajam.  Untuk mencapai ke tingkat kesanggupan mengenal Allah, bahkan mencapai derajat kekasih Allah, mungkin akan mengalami proses jatuh bangun. Lihat Basyar Isya, Menggapai Derajat Kekasih Allah, (Bandung: Qalbun Salim press, 1997), cet .I,  h. 9. Langkah ini merupakan sebagai jalan supaya tercapai kedudukan insan kamil yang sangat dekat dengan Tuhan.  Jalur taraqi ini ditempuh dengan menjalani perjalanan Syari’at, thariqat, hakikat, dan ma’rifat.  Dalam hal ini tujuan pendakiannya adalah mencapai ma’rifatullah. Sebagaiman...

Pembentukan Nilai-nilai Akhlak

Pembentukan Nilai-nilai Akhlak Sebagaimana dipahami, bahwa dalam Ilmu Akhlak dibahas ukuran suatu kebahagiaan, keutamaan, kebijaksanaan, keindahan dan sebagainya. Dalam kaitan ini nilai-nilai akhlak sangat mempengaruhi hal-hal itu. Demikian pula dalam pembentukannya dapat dipengaruhi dari unsur internal seseorang atau pun unsur eksternalnya. Kita ketahui, setiap agama memiliki nilai-nilai akhlak dan karakteristik yang membedakannya dengan agama lain. Tidak dapat diragukan lagi di dalam Islam juga terdapat nilai-nilai akhlak tertentu yang menjadi kewajiban bagi para pemeluknya untuk bersikap toleran terhadap agama lain dalam hubungan kemanusiaan dan kemasyarakatan. Islam adalah agama yang berlandaskan kemuliaan, kemurahan hati dan pilantropi (saling menyayangi antar sesama manusia). Pikiran yang sempit, ketamakan, dan kekikiran merupakan sifat-sifat buruk yang dapat menggoncangkan sendi-sendi agama. Oleh karena itu dikehendaki para pengikutnya bermurah hati dan berbaik hati. Sanga...

Tentang Akhlak, Moral dan Etika

Akhlak, Moral dan Etika Pengertian Akhlak, Moral dan Etika.J ika dikaji lebih mendalam dan dihubungkan dengan konteks kalimat, kata moral, etika dan akhlak memiliki pengertian yang berbeda.  Moral artinya ajaran tentang baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan, sikap, kewajiban, budi pekerti.  Moral adalah istilah yang digunakan untuk menentukan batas-batas suatu sifat, perangai, kehendak, pendapat atau perbuatan yang layak dikatakan benar, salah, baik, buruk. Dalam hal ini, moral sekuler bersumber dari pikiran dan prasangka manusia yang beraneka ragam. Sedangkan moral Islam bersandar kepada bimbingan dan petunjuk Allah dalam Al-Qur’an. Lihat Hamzah Ya’kub, Etika Islam, (Bandung: Diponegoro, 1996), cet. VII, h. 15. Yang dimaksud penilaian benar atau salah dalam moral, adalah masyarakat secara umum. Sedangkan akhlak, tingkah laku baik, buruk, salah, dan benar adalah penilaian dipandang dari sudut hukum yang ada dalam  ajaran agama.  Sesuai dengan makna aslinya...